Showing posts with label Tulisan. Show all posts
Showing posts with label Tulisan. Show all posts

11/11/2018

Tulisan Apa Ini ?

Tulisan Apa ini

Entah harus bagaimana aku memulai tulisan ini. Otak dan jari tak sinkron. Hati terasa keruh. Kemauan untuk menuliskan isi hati sangat besar, tetapi setelah aku mulai tulisan ini, apa yang tersirat didalam hati sebelumnya menjadi lenyap. Untuk membuat judulnya saja, belum aku tuliskan.

Ada apa dengan aku ini?...
Berusaha ingin menuangkan isi hati lewat tulisan, tetapi untuk mengawalinya saja, sudah menemukan kebingungan.
Astaghfirullah apa yang terjadi dengan aku ini. Gilakah aku?...

Ratusan kata tersimpan didalam otak dan hati tak bisa aku sampikan. Mendadak kosong. Tak bisa aku lumpuhkan mereka. Tak bisa aku bunuh kepayahan ini. Dasar bodoh. Tulisan apa ini?. Padahal aku ingin menulis. Tapi tak bisa;--Hanya bisa sampai disini. Mungkin dilain waktu saja. Sebelum aku akhiri ketidak faedahan ini, aku beri judul tulisan ini dengan judul "Tulisan apa ini? ".

Terima kasih sudah memabaca.

Zae21 | 11 Nov 2018, Pukul 19:WIB

11/10/2018

Bunuh Rasa Curiga


Bunuh Rasa Curiga

Perasaan curiga adalah pembunuh bagi dua orang yang sedang menjalani hubungan jarak jauh. Perasaan itu timbul ke permukaan dari dalam kepala, dan mengarah kepada pengrusakan kepercayaan. Jika ia tidak bisa dikendalikan, ia bisa akan terus tumbuh. Dengan pelan-pelan ia akan membakar dua orang yang sedang menunggu dan bertahan. Ia adalah bibit pembunuh yang berbahaya dan buta di dalam hati. Ia butuh dikendalikan dan ditenangkan. Kemudian dibunuh pelan-pelan.

"Aku menyadari hal itu, karena itu aku ingin selalu berhati-hati dalam mencintai kamu. Karena kita sedang dipisahkan jarak"

Baca juga :
Menenagkan Perasaan Resah

Aku sebagai manusia biasa, tak bisa mengelakan perasaan cemburu tumbuh dan ada menimpaku. Saat kau pergi ke suatu tempat, dan kamu telat dan lupa untuk mengabari aku. Di kondisi itulah, jika tidak mampu  menyabarkan diri dan berpikir jernih, seringkali membuat suasan menjadi keruh. Hubungan yang tadinya baik-baik saja, bisa tiba-tiba menjadi celaka. Satu diantara kita akan menaruh curiga. Hal ini yang akan menyebabkan peperangan diantara kita, jika tidak ada yang mengingatkan akan hubungan kita yang sedang dalam masa sama-sama berjuang dan memperjuangkan.

Salah satu yang melahirkan rasa curigaku kepadamu adalah ketidak mampuanku untuk mengendalikan diri terhadap rasa takut kehilanganmu. Hal yang sejatinya tidak perlu dijaga untuk dua orang yang sedang menjalani hubungan jarak jauh. Karena kunci yang terpenting dalam hubungan jarak jauh adalah saling mempercayai dan saling menjaga. Dan berkomunikasi untuk pengimbangannya. Curiga yang berlebihan seringnya buta, dan membuat lupa untuk berkomunikasi dengan baik. Ia seringkali membuat ketakutan yang berlebihan namun tersembunyi. Kemudian menjelma menjadi api-api pertengkaran. Pelan-pelan rasa nyaman akan berkurang. Pelan-pelan merenggangkan. Dan tanpa pemikiran panjang, ia akan membuahkan kata-kata yang menyakitkan.

Itulah sebabnya, saat perasaan itu tumbuh. Aku selalu berusaha untuk menepis dan membunuhnya. Aku tenangkan diriku berkali-kali. Aku tidak ingin menyakitimu dengan kekuatan yang aku punyai. Aku ingin kita saling berbicara baik-baik. Mengungkapkan apa yang kita takutkan dengan ketenangan. Terus menjaga apa yang sudah saling kita harapkan dan percayakan.

Kita tidak sedang untuk mencoba-coba. Kita sedang memperjuangkan impian besar bersama. Jika tidak mampu membunuh rasa curiga, maka habislah kita. Maka sejauh apapun jarak, sejenuh apapun, jangan biarkan hati menjadi retak karenanya. Dengan itu, kita akan selalu saling jatuh cinta. Dan trus memupuk perasaan akan tidak adanya hal-hal yang perlu dicemaskan, selama kita kemasi dengan saling percaya.


____ Masih menelurusi sejarah hati, yang pernah terjadi saat itu...

Zae21 | 10/11/2018 | 17:23 WIB

11/08/2018

Menenangkan Perasaan Resah

Tulisan ; Menenangkan Perasaan Resah

Aku selalu berharapa atas semua kebaikan terus menyertaimu.

Menenangkan Perasaan Resah

Aku bersumpah, tidak berubah perasaan ini. Masih kamu yang kucintai dengan kesungguhan hati. Aku tidak pernah belajar untuk pergi, meski kamu belajar meninggalkanku. Aku masih disini. Masih mendekap erat semua harapan dan impian yang pernah ku ungkapkan kepadamu. Harapan dan impian itu masih sama adanya. Kepada seseorang yang selalu sama. Seseorang itu adalah kamu...

"Seseorang yang masih menguasai ruang-ruang hatiku dan setiap langkah kakiku berpijak".

Biarlah kudekap segala keresahanku ini. Menenangkan segala perasaan yang menggebu. Kamu harus tetap bahagia disitu !!.

Baca juga :
Kamu Menjadi Teman Berbagiku

Di dalam jiwaku, kamu selalu ada. Tidak pernah kemana-mana. Jika nanti, kamu merasa lelah untuk bertualang, pulanglah ke tubuh dan hidupku yang selalu tabah dan sabar mencintaimu. Ceritakan segala keluh kesah dan sedihmu. Kita akan tetap bersama sampai nanti, sampai kita tidak bisa lagi menghitung hari. Meski adanya kemungkinan tentang apa yang tidak pernah aku bayangkan, kamu hanya mendekap erat menjadi bagian hati saja, sebagai orang yang aku cintai.

Tidak mengapa cinta...

Kamu masih akan menjadi seseorang yang penting bagiku. Aku merasa lemah untuk melupakanmu. Perasaanku padamu adalah rasa yang terus mengikuti setiap langkah kaki kemana saja aku pergi. Aku tidak mampu menjauhkanmu dari benaku. Kamu meratui segala hal dalam hidupku.

Aku selalu berharap cinta...

Semesta selalu mendekatkan kita. Meski banyak rintangan dan halangan yang terjadi yang berusaha memisahkan kita. Aku sadar, tidak semua orang berani untuk melepaskan, meski hatinya dibunuh paksa. Mengenai cinta, bukanlah hal yang mudah dihapus dengan pemisahan paksa. Bukanlah yang mudah mati, meski kau melangkah pergi sejauh mana pun. Ia akan terus menetap dihatimu, seperti menetapnya ia dihatiku.



____ Di awal musim hujan tahun ini, aku mengingat, merasa, berharap, dan menuliskannya kembali.

Zae21 | 8/11/2018 | 20:37 WIB

11/05/2018

Kutemukan 'Cukup' saat Menemukanmu

Meski kamu berpikir aku akan berpaling, tertarik dan bersama yang lain. Itu hal yang normal dan sah-sah saja. Silahkan saja, aku tak akan melarang. Tetapi, aku tekankan kepadamu, cukup bagiku menemukan kamu saat itu dan sampai kini. Janganlah membiarkan terus adanya. Aku yakin kamu mengerti, membangun dan menyimpan rasa percaya jauh lebih baik daripada berpikir kepada hal-hal yang buruk terjadi.

Marilah kita saling belajar. Terus belajar. Kita bukanlah dua manusia yang harus mencari manusia terbaik lagi. Aku disini sama sekali tidak mencari yang terbaik lagi. Aku sudah cukupkan dalam menemukanmu. Aku ingin kita sama-sama berjuang untuk menjadi dua orang yang lebih baik lagi dari hari ke hari. Agar nanti kita akan siap dan kuat mengahadapi hal-hal yang berat.

Baca juga :
Kamu Menjadi Teman Berbagiku

Aku tak bisa menjanjikan kamu untuk menjadi satu perempuan yang paling bahagia. Tetapi, aku akan selalu terus berusaha agar kamu terus bahagia. Baik sedang bersamaku, ataupun sedang di tempat yang berbeda. Aku tidak ingin seperti beberapa orang yang pernah aku kenal sebelumnya, yang berjanji manis, namun pergi juga meninggalkan isak tangis.

Jangan khawtir dan takut lagi. Kejarlah mimpi-mimpimu. Aku telah mantap memilihmu. Tak mempunyai pikiran aneh seperti apa yang kamu sampaikan. Percayalah, menemukanmu adalah 'Cukup' bagiku. Sedialah saling memperbaiki diri bersamaku. Karena, jika nanti aku tidak sanggup dan tidak kuat lagi untuk berjalan, aku ingin adanya seseorang yang tetap bertahan bersamaku. Sedialah untuk paham akan tidak adanya kesempurnaan. Hanya kesetiaanlah yang akan terus menjaga apa yang sudah ia miliki.


___ Di sore hari mengingat lagi, saat itu...


Zae21 | 5/11/2018 | 17:04 WIB

11/04/2018

Kamu Menjadi Teman Berbagiku

Tulisan : Kamu Menjadi Teman Berbagiku

Kamu Menjadi Teman Berbagiku

Berikan aku waktu untuk memahami semuanya. Semua untuk lebih mengerti tentang kamu. Sesungguhnya aku belum mampu mengerti apa yang kamu inginkan. Semuanya yang mengakibatkan aku salah dan terjadi kesalah pahaman. Sesungguhnya sedikit pun aku tidak ingin kamu bersedih. Tak ada sedikit pun juga hati ini untuk mengakhiri semua yang kita perjuangkan menjadi sia-sia adanya. Aku ingin semuanya tetap menjadi kita. Dua manusia yang terus memahami dan memilih bertahan tanpa meninggalkan.

Tolong, janganlah kamu terus marah. Itu membuatku menjadi takut kehilanganmu. Aku takut kita menjadi saling menyakiti. Aku takut kita membunuh impian-impian. Yang aku inginkan, kamu memberikan aku kesempatan untuk terus bersamamu. Jika salah menerkaku, tolonglah untuk terus mengingatku. Terimalah dengan senang hati apa yang aku sampaikan kepadamu.

Baca juga :
Seseorang Itu Kamu

Aku ingin kita baik-baik saja, dalam cinta yang baik ini. Meskipun mungkin kita bukanlah pasangan yang terbaik. Janganlah kita perburuk kisah ini dengan cerita yang buruk pula. Yakinkan hatimu, bahwa hanya aku yang menginginkanmu. Pahami arti manusia yang harus saling memahami. Kita jaga impian yang sudah kita rencanakan. Mari saling menguatkan, jika diantara kita mulai lemah dan lelah. Mari saling mengingatkan, jika diantara kita mulai salah dan tidak terarah.

Janganlah menunda untuk mengingatkan. Tak ada gunanya membuat salah satu diantara kita menerka-nerka tanpa pernah sadar tentang apa yang menjadikan luka. Katakan dengan penuh kejujuran jika kau merasa tersakiti. Barangkali saja aku tak menyadari apa yang tlah ku perbuat menjadikan kamu bersedih. Jangan memendamnya, karena bisa menumbuhkan rasa dendam dan luka. Aku pun ingin terus setiap hari belajar akan hal itu. Aku ingin semuanya menjadi lebih baik lagi. Menjadikan kamu teman berbagi. Dan juga menjadikanmu bagian dari semua rencana yang nantinya ingin ku wujudkan.



_____ Ditemani segelas kopi, aku mengingat dan merasa.

Zae21 | 4/11/2018 | 18:52 WIB 

4/26/2018

Dialog Sang Ibu



Bu..
Tak perlu bercerita dan bertanya tentang yang telah lalu, cukup doakan yang terbaik untuk anakmu. Ia kan baik saja dengan hidupnya, tak perlu keingintahuanmu menghalangi cerita yang baru. Akan ada masa dimana ia yang kau tunggu datang kehadapanmu dan berkata mantap untuk menjadi penjagaku.

Bu..
Ku tau kau rindu padanya. Rindu menjamunya dengan hidangan sederhana. Kau tak perlu menunggunya, cukup doakan yang terbaik untuknya. Namun jika takdir mendatangkan ia kembali ke rumah, sambutlah ia dengan ramah.

Bu..
Ketahuilah setiap bait doa yang kau kirimkan pada-Nya atas diriku mampu berkuasa atas segalanya. Karena ia hanya manusia dengan segala inginnya. Ia hanya manusia dengan segala mimpinya. Dan kau berhak meminta pada-Nya atas diriku jika kau mau.

Bu..
Setiap tanya mu mampu menghadirkan mesin waktu yang bercerita di masa yang telah berlalu. Terkadang aku kembali tenggelam dalam ingatan yang panjang. Mengukir setiap kenangan yang semakin jauh dan hilang.

Bu..
Darimu ku belajar yakin. Bahwa Ia Maha Baik bagi setiap garis takdir hambanya. Percaya tak ada yang buruk dan hanya ada yang baik. Tak perlu memaksa demi sebuah harapan dan memasrahkan diri jauh lebih baik. Selipkan selalu namaku dalam setiap dialogmu dipenghujung malam.

Bu..
Maaf jika semua tanyamu tak mampu kujawab lewat mulutku. Hanya senyum dan rasa haru...

Terima Kasih




[Teruntuk Ibu ku yang rindu akan belahan jiwa anak gadisnya]

Kamis, 26 April 2018

4/18/2018

Hijrah



Hijrah...

Jilbabku mungkin terlihat lebar
Namun hatiku tak selebar jilbabku
Hatiku tak sempurna
Ucapanku pun begitu
Kadang mampu melukai orang lain tanpa sadar
Ilmuku sungguh tak banyak
Imanku tak menetap
kadang naik kadang turun seperti hilang arah
Aku memakai jilbab lebar ini bukan karena aku sudah cukup baik
Aku ingin belajar berusaha menjadi sebaik-baiknya wanita muslimah
Jangan hanya melihat kekuranganku
Karena aku tak bisa jadi yang sempurna
Jangan pula hanya menilai lebarnya jilbabku
sebab aku masih jauh dari kata sholihah dan masih jauh dari ahli ibadah
Beginilah hijrahku
Karena tak ada alasan bagiku untuk menundanya




[Teruntuk para wanita muslimah, Tiada hal yang lebih indah dalam hidup seseorang dari dirinya yang sedang disapa hidayah dan berjuang untuk berhijrah]




Rabu, 18 April 2018